Media Sosial

Memang, kita berasa sangat susah untuk merahsiakan apa-apapun sejak ada media sosial ni. Bagi kita yang suka bercerita, kita anggap semua yang kita tayangkan itu, hak kita. Pembaca tak perlu berasa tersinggung.

Memang, media sosial menyebabkan hati kita jadi lebih keras kerana kita hanya berpegang kepada pendapat peribadi. Tak perlu jaga hati orang. Paling mudah, kalau tak suka, unfriend saja…habis cerita!

Memang, kita banyak peroleh ilmu sejak ada media sosial ni. Cuma yang kita bimbang, kita jadi cepat percaya sampai tak nak selidik dulu.

Memang, ada kasih yang bersatu, ada cinta yang terlerai sejak ada media sosial ni. Rasa cinta menautkan kembali kasih yang lama terpisah. Rasa cemburu memisahkan terus ikatan yang sudah lama terjalin.

Oh, macam-macam ada.

Dan saya masih percaya, apa yang kita tulis di media sosial, itulah keperibadian kita. Kita tak mampu menyorok perasaan kita. Adakalanya kita cuba berlakon jadi baik, tapi, tetap boleh dikesan. Adakala kita sengaja provoke, tapi orang tahu siapa kita sebenarnya. Mereka akan bertanya, “ini novel baru ke?”

Akhirnya, semuanya kembali kepada diri kita yang sebenar. Yang suka tayang-tayang tu, memang sejak tak ada media sosial lagi dia dah suka menunjuk-nunjuk. Tunjuk kepada orang kampung, tunjuk kepada rakan asrama.

Yang perangai baik tu, memang sejak tak ada media sosial lagi dia sudah baik. Hatinya murni.

Tapi yang paling saya salute, orang yang berubah jadi baik disebabkan oleh media sosial. Kamulah yang paling win!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: