HIkmah untuk Aku, Musibah Kamu

 

Adalah sangat tidak adil apabila kita sedang menghirup hikmah pada sesuatu hal yang berlaku, menguar-uarkannya kepada khalayak sedangkan hal yang sama menjadi musibah kepada orang lain. Barangkali sebab inilah juga Nabi pernah berpesan supaya kita menyembunyikan kebaikan sendiri.

Orang lain berhak dijaga hatinya walaupun kita sangat teruja bahawa kita ini hidup dalam istana emas. Kelebihan bukan untuk dibanggakan, tetapi untuk membina rasa simpati dan kasihan kepada orang yang nasibnya lebih rendah daripada kita.

Wallaahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: