Bertemu Cinta Abadi

Jauh-jauh mencari, rupa-rupanya cinta ada dalam hati…

Hidup kita ini, tak pernah sunyi daripada fikiran untuk mencari cinta sejati, cinta abadi. Tentulah cinta kepada kekasih atau teman sebantal. Adakalanya, ketaasuban mencari cinta terhadap pasangan membuatkan manusia terlupa niat asal mereka dihidupkan. Mencari cinta manusia tiada salahnya, tapi janganlah sampai cinta manusia melalaikan kita daripada mendapatkan cinta yang paling terutama.

Pabila sampai masanya, barulah kita tersentak. Rupa-rupanya cinta sejati, cinta abadi bukanlah cinta kepada manusia. Manusia yang  kita sayangi itu hanyalah bersama-sama ketika kita hidup sahaja. Tak mustahil, ada juga yang berpisah cinta ketika hidup lagi. Cinta sejati yang disemai atau dikejar, pernah juga tercicir di tengah jalan…

Hakikatnya, cinta sejati, cinta abadi kita ialah ALLAH S.W.T. Pabila tiba masanya kita meninggalkan dunia, cinta yang kita harapkan hanyalah DIA, kerana kita akan pergi menemuinya dan akan meninggalkan dunia fana  buat selama-lamanya…

Tinggallah kekasih, tinggallah pujaan yang pernah kita abdikan cinta ketika di atas dunia. Aku akan pergi menemui cintaku yang sejati, cinta paling abadi.

Sebenarnya, saya begitu tersentuh oleh kematian yang berlaku di sekeliling saya. Apa yang begitu memilukan, mereka pergi tanpa perlu terlantar lama di atas pembaringan. Ternyata, mereka hidup sihat seperti orang lain yang normal…namun, janji TUHAN pasti akan terlaksana jua. Tidak perlu sakit tenat untuk mati. Tidak perlu terlantar lama untuk menunggu kedatangan malakulmaut.

Janji untuk pergi menemui-NYA…itulah cinta abadi kita semua. Kita tak tahu bila tarikhnya, berapa usia kita, bagaimana keadaan kita…namun yang pasti, TUHAN sendiri yang akan menjemput kita, melalui utusannya yang paling setia…

AL-Fatihah buat pak cik saya yang meninggal dunia pada 20.07.2011 dan al-Fatihah buat sahabat saya, kak Tusibah Mabni yang pergi buat selama-lamanya pada 06.09.2011. Pemergian mereka amat mengejutkan. Pemergian mereka membuatkan saya cukup insaf, dan melemahkan seluruh anggota badan. Jika saya berada di tempat tersebut…subhaanallah…

…sempatkah bersedia, sempatkah meninggalkan pesanan, sempatkah…???

Ya ALLAH, aku ini hamba-MU yang sangat lemah. Dalam usia yang terbatas ini, aku sering membayangkan kematian sendiri. Namun, dengan rasa rendah hati, aku mengharapkan kematian yang mudah dan tidak menyusahkan sesiapa…perkenankanlah ya RABBI…

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: