Tentang Fadilat Surah Yaasin

 

Membaca Surah Yaasin sudah menjadi tradisi pada malam Jumaat. Di mana-mana sahaja, masjid, surau dan rumah-rumah, bacaan Surah Yaasin bergema selepas solat Maghrib. Banyak buku diterbitkan tentang fadilat surah ini. Ramai orang membacanya untuk merebut fadilat yang ditawarkan.

Hakikatnya, apa yang selalu kita dengar, tidak semestinya benar. Ada hadis yang selalu disebut-sebut dalam ceramah tentang Fadilat Surah Yaasin tidak bertaraf sahih atau hasan. Oleh sebab itu, sepatutnya, kita membaca ayat suci al-Quran untuk merebut tempat yang lebih dekat dengan Allah s.w.t, bukan untuk merebut fadilat surah-surah tertentu. Bimbang pula niat hati akan terpesong, bukan mencari keredhaan Allah s.w.t, tetapi mencari keistimewaan yang tidak wujud.

Penerangan ini tidak bermaksud larangan melazimi bacaan Yaasin. Penerangan ini hanya untuk memberitahu tentang kesalahan menyandarkan fadilat Surah Yaasin kepada Rasulullah s.a.w.
Hadis Dhaif dan Maudhu’ sering dijadikan dasar tentang fadilat Surah Yaasin adalah:

Hadis 1

Maksud hadis: “Siapa yang membaca surat Yasin dalam suatu malam, maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya dan siapa yang membaca surat Ad-Dukhan pada malam Jum’at maka ketika ia bangun pagi hari diampuni dosanya.” (Ibnul Jauzi, Al-Maudhu’at, 1/247).

Keterangan: Hadis ini Palsu (Maudhu’).

Ibnul Jauzi mengatakan, hadis ini dari semua jalannya adalah batil, tidak ada asalnya. Imam Daruquthni berkata: Muhammad bin Zakaria yang ada dalam sanad hadis ini adalah tukang memalsukan hadis. (Semak: Al-Maudhu’at, Ibnul Jauzi, I/246-247, Mizanul I’tidal III/549, Lisanul Mizan V/168, Al-Fawaidul Majmua’ah hal. 268 No. 944).

Hadis 2

Maksud hadis: “Siapa yang membaca surah Yasin pada malam hari karena mencari keredhaan Allah, nescaya Allah mengampuni dosanya.”

Keterangan: Hadis ini Lemah (Dhaif).

Diriwayatkan oleh Thabrani dalam kitabnya Mu’jamul Ausath dan As-Shaghir dari Abu Hurairah, tetapi dalam sanadnya ada rawi Aghlab bin Tamim. Kata Imam Bukhari, dia munkarul hadis. Kata Ibnu Ma’in, dia tidak ada apa-apa (tidak kuat). (Semak: Mizanul I’tidal I:273-274 dan Lisanul Mizan I : 464-465).

 

Hadis 3

Maksud hadis: “Siapa yang terus menerus membaca surat Yasin pada setiap malam, kemudiand ia mati maka dia mati syahid.”

Keterangan: Hadis ini Palsu (Maudhu’).

Hadits ini diriwayatkan oleh Thabrani dalam Mu’jam Shaghir dari Anas, tetapi dalam sanadnya ada Sa’id bin Musa Al-Azdy, seorang pendusta dan dituduh oleh Ibnu Hibban sering memalsukan hadis. (Semak: Tuhfatudz Dzakirin, hal. 340, Mizanul I’tidal II : 159-160, Lisanul Mizan III : 44-45).

Hadis 4

Maksud hadis: “Siapa yang membaca surat Yasin pada permulaan siang (pagi hari) maka akan dikabulkan semua hajatnya.”

Keterangan: Hadis ini Lemah (Dhaif).

Ia diriwayatkan oleh Ad-Darimi dari jalur Al-Walid bin Syuja’. Atha’ bin Abi Rabah, pembawa hadis ini tidak pernah bertemu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. kerana dia lahir sekitar tahun 24H dan wafat tahun 114H.

(Semak: Sunan Ad-Darimi 2:457, Misykatul Mashabih, takhrij No. 2177, Mizanul I’tidal III:70 dan Taqribut Tahdzib II:22).

Hadis 5

Maksud hadis: “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an dua kali.” (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Keterangan: Hadits ini Palsu (Maudhu’).

(Lihat Dha’if Jamiush Shaghir, No. 5801 oleh Syaikh Al-Albani).

Hadis 6

Maksud hadis: “Siapa yang membaca surat Yasin satu kali, seolah-olah ia membaca Al-Qur’an sepuluh kali.” (Hadits Riwayat Baihaqi dalam Syu’abul Iman).

Keterangan: Hadits ini Palsu (Maudhu’).

(Lihat Dha’if Jami’ush Shagir, No. 5798 oleh Syaikh Al-Albani).

Hadis 7

Maksud hadis: “Sesungguhnya tiap-tiap sesuatu mempunyai hati dan hati (inti) Al-Qur’an itu ialah surat Yasin. Siapa yang membacanya maka Allah akan memberikan pahala bagi bacaannya itu seperti pahala membaca Al-Qur’an sepuluh kali.”

Keterangan: Hadits ini Palsu (Maudhu’).

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (No. 304 8) dan Ad-Darimi 2:456. Di dalamnya terdapat Muqatil bin Sulaiman. Ayah Ibnu Abi Hatim berkata: Aku mendapati hadis ini di awal kitab yang disusun oleh Muqatil bin Sulaiman. Dan ini adalah hadis batil, tidak ada asalnya. (Semak: Silsilah Hadits Dha’if no. 169, hal. 202-203). Imam Waqi’ berkata: Dia adalah tukang dusta. Kata Imam Nasa’i: Muqatil bin Sulaiman sering dusta.

(Periksa: Mizanul I’tidal IV:173).

Hadis 8

Maksud hadis: “Siapa yang membaca surat Yasin di pagi hari maka akan dimudahkan (untuknya) urusan hari itu sampai petang. Dan siapa yang membacanya di awal malam  maka akan dimudahkan urusannya malam itu sampai pagi.”

Keterangan: Hadits ini Lemah (Dhaif).

Hadis ini diriwayatkan Ad-Darimi 2:457 dari jalur Amr bin Zararah. Dalam sanad hadis ini terdapat Syahr bin Hausyab. Kata Ibnu Hajar: Dia banyak memursalkan hadis dan banyak keliru. (Semak: Taqrib I:355, Mizanul I’tidal II:283).

Hadis 9

Maksud hadis: “Bacakanlah surat Yasin kepada orang yang akan mati di antara kamu.”

Keterangan: Hadits ini Lemah (Dhaif).

Di antara yang meriwayatkan hadis ini adalah Ibnu Abi Syaibah (4:74 cet. India), Abu Daud No. 3121. Hadis ini lemah kerana Abu Utsman, di antara perawi hadis ini adalah seorang yang majhul (tidak diketahui), demikian pula dengan ayahnya. Hadis ini juga mudtharib (goncang sanadnya/tidak jelas).

Hadis 10

Maksud hadis: “Tidak seorang pun akan mati, lalu dibacakan Yasin di sisinya (maksudnya sedang naza’) melainkan Allah akan memudahkan (kematian itu) atasnya.”

Keterangan: Hadits ini Palsu (Maudhu’).

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam kitab Akhbaru Ashbahan I :188. Dalam sanad hadis ini terdapat Marwan bin Salim Al Jazari. Imam Ahmad dan Nasa’i berkata, dia tidak boleh dipercaya. Imam Bukhari, Muslim dan Abu Hatim berkata, dia munkarul hadis. Kata Abu ‘Arubah Al Harrani, dia sering memalsukan hadis. (Semak: Mizanul I’tidal IV : 90-91).

Penting!!!

Abdullah bin Mubarak berkata: Aku berat sangka bahwa orang-orang zindiq (yang pura-pura Islam) itulah yang telah membuat riwayat-riwayat itu (hadis-hadis tentang fadilat surah-surah tertentu).

Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkata: Semua hadis yang mengatakan, barangsiapa membaca surat ini akan diberikan ganjaran begini dan begitu ADALAH PALSU. Sesungguhnya orang-orang yang memalsukan hadis-hadis itu telah mengakuinya sendiri. Mereka berkata, tujuan kami membuat hadis-hadis palsu adalah agar manusia sibuk membaca surah-surah tertentu dari Al-Qur’an dan menjauhkan mereka dari isi Al-Qur’an yang lain, juga kitab-kitab selain Al-Qur’an. (Semak: Al-Manarul Munffish Shahih Wadh-Dha’if, hal. 113-115).

KESIMPULAN

Disebabkan hadis di atas lemah dan palsu, maka ia tidak dapat dijadikan hujjah untuk menyatakan keutamaan surah ini.

2 Responses

  1. Assalaamu’alaikum warahmatullah..

    Alhamdulillah.. Usaha Dakwah Berterusan… Boleh juga dapatkan koleksi hadis ni blog saya..

    • terima kasih…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: